Sunday, April 9, 2017

5 Suku Misterius Di Indonesia Yang Hampir Punah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keragaman suku dan budayanya, Namun banyak suku  pedalaman di indonesia yang terisolasi dari dunia luar. Suku pedalaman di indonesia terancam punah oleh kebijakan pembangunan yang menghabiskan lahan hutan dijadikan tempat industri, dimana yang kita tahu hutan adalah lingkungan hidup suku pedalaman.


Pada postingan kali ini Goindones akan berbagi tentang Suku Misterius Di Indonesia Yang Hampir Punah, adapun suku-suku tersebut antara lain:

1. SUKU MORO - MALUKU
Sebenarnya suku bangsa moro adalah suku yang berasal dari filipina tetapi juga terdapat di maluku bahkan tersebar di berbagai pulau, diantaranya di maluku dengan nama pulau morotai dan halmareha. Kononnya suku moro sekelompok manusia mistis yang berwajah hewan, selain wujud suku moro yang dapat menyerupai wujud seperti binatang, apabila ada kejadian aneh seperti sepotong tangan melayang menjepit sebatang rokok hal itu dianggap sebagai aktivitas seorang moro.

Sumber: YTS.gs

2. SUKU GUGU – SUMATERA BARAT
Disumatera barat kumpulan orang pendek dikenal sebagai si bigau, dijambi sendiri selain uhang pandak yang merupakan dialeg orang pendek juga disebut antu pandak dan si gugu. Menurut lagenda masyarakat disana, suku orang pendek adalah suku orang yang baik, ramah dan tidak menganggu orang lain. Suku tersebut mempunyai tinggi badan sekitar 90 cm, mereka berburu hewan-hewan kecil sebagai makanannya. WILLIAM MARSDEN, seorang peneliti yang menghabiskan hidupnya di sumatera antara tahun 1754-1836 sudah menyinggung soal sigugu ini didalam bukunya yang berjudul “The History Of Sumatera” dalam edisi tahun 1811, menceritakan bahwa diantara palembang dan jambi ada suku pendek yang hidup dihutan yakni suku kubu dan gugu.

 Sumber: Makassar terkini

1.    3. SUKU KUBU- JAMBI
Suku kubu atau dikenal luas suku anak dalam, atau orang rimba adalah salah satu suku minoritas yang hidup didaerah jambi, populasi mereka  saat ini diperkirakan hanya tinggal 200 ribu orang. Menurut tradisi lisan suku kubu adalah orang maalau sesat yang lari ke hutan rimba disekitar air hitam taman nasional bukit dua belas, mereka kemudian dinamakan moyang segayo. Sekarang kehidupan mereka sangat mengenaskan, seiring hilangnya sumber daya hutan di jambi dan sumatra selatan populasi mereka semakin berkurang.

Sumber: Kabarin News

4. SUKU ASLI DAYAK PUNAN - KALIMANTAN
Banyak cerita tentang keberadaan suku tersebut, menurut penuturan warga dayak suku tersebut adalah suku yang mempunyai keahlian dalam berburu dan meramu obat-obatan herbal. Selain itu, mereka juga mempunyai kata lamunan atau sejenis mantra sakti yang dapat menghilang dibalik sehelai daun, mungkin karena mantra itu keberadaan mereka susah ditemukan.

Sumber: Blog Atc

5. SUKU MANTE - ACEH
Suku mante atau juga disebut mantir adalah salah satu etnik terawal yang mendiami aceh, suku ini bersama suku-suku lainnya merupakan etnik-etnik pembentuk suku aceh sekarang, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat terhadap keberadaan suku tersebut.

Sumber: Dream.co.id

Belum lama ini jagat dunia maya di hebohkan oleh sosok misterius yang tertangkap kamera disekitaran hutan aceh. Ketika para rider motor cross berpetualang disekitaran hutan aceh, nampak sesosok manusia yang berukuran sekitar 70 cm tanpa busana yang sedang membawa sebatang kayu, begitu dikejar dia lari sekencang-kencangnya kedalam semak-semak hutan, kabarnya itu adalah sosok dari suku mante. Disamping penampakan tersebut ditahun 1987 silam, seorang pawang hutan bernama gusdar Afendy pernah menemukan suku mante di gua-gua sepanjang hutan pedalaman aceh, dengan tinggi badan sekitar 1 meter dan rambut yang panjang. Tetapi banyak yang bilang suku kerdil tersebut dikabarkan telah punah.

Sekilas terlintas di pikiran kita kenapa suku-suku tersebut tidak bergabung dengan manusia-manusia lainnya seperti kita yang peradaban jauh lebih maju. Mungkin karena keadaan dunia yang kacau balau sekarang ini, mereka lebih memilih hidup damai dari semua kemajuan teknologi seperti sekarang tanpa harus memikirkan konflik yang terjadi diluar sana.

No comments:
Write komentar